Program Certified Professional in Risk Management (CPRM) Seskoal
Program Certified Professional in Risk Management (CPRM) yang diselenggarakan di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal), Jakarta Selatan, telah berlangsung dengan sukses pada 1–2 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam penguatan kompetensi manajemen risiko bagi para profesional dan personel di lingkungan Seskoal.
Pembekalan Manajemen Risiko bagi Personel Seskoal
Program CPRM diikuti oleh 33 peserta yang terdiri dari para komandan dan dosen senior Seskoal. Para peserta memiliki latar belakang jabatan dan pengalaman yang beragam, dengan pangkat mulai dari Letnan Kolonel hingga perwira tinggi TNI Angkatan Laut. Di antara peserta terdapat dua Laksamana Pertama (bintang satu) dan satu Laksamana Muda (bintang dua).
Keikutsertaan para pejabat dan personel senior tersebut menunjukkan bahwa pemahaman mengenai manajemen risiko memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan tugas organisasi. Dalam lingkungan yang memiliki tanggung jawab besar, kemampuan mengenali risiko, memahami dampaknya, serta mempertimbangkan risiko dalam proses pengambilan keputusan menjadi kompetensi yang semakin relevan.
Pembekalan tidak hanya diarahkan pada pemahaman konsep manajemen risiko, tetapi juga pada penerapannya dalam pelaksanaan tugas. Pendekatan tersebut membantu peserta melihat risiko sebagai bagian dari proses pengelolaan organisasi dan pelaksanaan tanggung jawab, sehingga keputusan yang diambil dapat dilakukan dengan pertimbangan yang lebih terstruktur dan berbasis risiko.
Pentingnya Budaya Sadar Risiko
Kepala Koordinator Dosen Seskoal, Laksamana TNI Dr. Goki P. Sihombing, S.E., M.Si (Han), menyampaikan bahwa pembekalan dan sertifikasi manajemen risiko sangat penting bagi para dosen maupun personel TNI Angkatan Laut. Para personel memiliki tanggung jawab besar dalam melaksanakan tugas sehingga pemahaman mengenai risiko menjadi salah satu aspek yang perlu terus diperkuat.
Pembekalan dan sertifikasi manajemen risiko menjadi bagian penting untuk memperkuat kesiapan para personel dalam menjalankan tanggung jawab serta meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan berbasis risiko.
Laksamana TNI Dr. Goki P. Sihombing, S.E., M.Si (Han) — Kepala Koordinator Dosen SeskoalBudaya sadar risiko pada akhirnya tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengidentifikasi potensi masalah. Lebih dari itu, budaya tersebut mendorong setiap individu untuk memahami konsekuensi dari keputusan yang dibuat, menilai kemungkinan terjadinya risiko, serta mempertimbangkan langkah yang tepat untuk mengantisipasi dan mengelolanya.
Proses Asesmen dan Sertifikasi
Seluruh peserta dinyatakan lulus setelah melalui proses asesmen kompetensi. Penilaian dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa aspek selama program, yaitu penyelesaian Tugas Latihan, observasi selama pembekalan, serta hasil penilaian Post-Test.
Proses tersebut memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai penguasaan peserta terhadap materi yang diberikan. Peserta tidak hanya dinilai berdasarkan hasil tes, tetapi juga melalui keterlibatan dan proses pembelajaran selama program serta penyelesaian tugas latihan yang diberikan.
Dengan dinyatakannya seluruh peserta lulus, program CPRM Seskoal diharapkan memberikan bekal yang dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas masing-masing. Kompetensi yang diperoleh diharapkan semakin memperkuat kemampuan peserta dalam memahami risiko dan mengambil keputusan yang mempertimbangkan aspek risiko secara lebih sistematis.
Membangun Profesional yang Lebih Sadar Risiko
Program CPRM Seskoal diharapkan tidak berhenti pada pencapaian sertifikasi. Pengetahuan dan kompetensi yang diperoleh selama program diharapkan dapat menjadi bagian dari pengembangan profesional peserta dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
Pemahaman manajemen risiko yang baik dapat membantu organisasi membangun pola pengambilan keputusan yang lebih terukur. Ketika kesadaran terhadap risiko tumbuh di tingkat individu maupun organisasi, berbagai potensi risiko dapat lebih dini dikenali dan menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan tindakan yang tepat.
Melalui program ini, para peserta diharapkan makin memiliki budaya sadar risiko dan semakin mumpuni dalam pengambilan keputusan berbasis risiko. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya membangun profesional yang mampu menjalankan tugas dengan pertimbangan yang lebih matang, terstruktur, dan bertanggung jawab.
Kolaborasi HRPA dan MKI Consulting
Program pembekalan CPRM ini dilakukan oleh PT Manajemen Kinerja Indonesia (MKI Consulting), yang menjadi bagian dari kegiatan pengembangan kompetensi profesional di bidang manajemen risiko. Pelaksanaan program di Seskoal menjadi salah satu bentuk pembekalan yang memberikan ruang bagi peserta untuk memperkuat pemahaman sekaligus memperoleh pengakuan kompetensi melalui proses sertifikasi.
HRPA terus mendukung berbagai kegiatan pengembangan kompetensi profesional yang dapat memberikan manfaat bagi individu maupun organisasi. Melalui kegiatan pembelajaran, pembekalan, asesmen, dan sertifikasi, diharapkan semakin banyak profesional yang memiliki kompetensi serta kesadaran terhadap pentingnya pengelolaan risiko dalam menjalankan tanggung jawab masing-masing.
Program Certified Professional in Risk Management (CPRM) Seskoal, 1–2 Oktober 2026, menjadi momentum penting dalam memperkuat kompetensi manajemen risiko serta budaya sadar risiko bagi para peserta di lingkungan Seskoal.