Implementasi HR sebagai Centers of Excellence
Model organisasi “Bangku Kaki 3” atau “3 Kotak” telah diadopsi secara luas oleh berbagai organisasi terkemuka sebagai salah satu pendekatan dalam membangun HR service delivery. Namun, dari tiga layanan utama dalam model tersebut, implementasi fungsi Centers of Excellence atau Centers of Expertise (CoE) masih terus mencari bentuk yang paling tepat.
Para pemimpin HR menghadapi beban dan tantangan yang semakin kompleks. Organisasi perlu melakukan redesain pekerjaan, mengembangkan keahlian yang sesuai dengan kebutuhan baru, menghadapi persaingan di pasar tenaga kerja, serta merespons perkembangan Artificial Intelligence (AI) dan machine learning.
Di saat yang sama, fungsi HR juga harus memperhatikan kebutuhan compliance, perkembangan teknologi, desain rewards dan benefits, serta berbagai tantangan operasional. Berbagai tekanan tersebut secara langsung memengaruhi bagaimana fungsi HR sebaiknya diorganisasikan agar mampu memberikan nilai yang lebih besar kepada organisasi.
HR “Bangku Kaki 3” sebagai Model Organisasi Modern
Hampir semua profesional HR di era modern sepakat bahwa model organisasi HR “Bangku Kaki 3” atau Model “3 Kotak” merupakan salah satu jawaban untuk membangun layanan HR yang lebih terstruktur. Dalam model ini, layanan HR dibagi menjadi tiga kelompok utama, yaitu HR Business Partner (HRBP), HR Centers of Excellence (CoE), dan HR Shared Services.
HR Business Partner
Berfokus pada kemitraan langsung dengan unit bisnis serta memberikan advis HR yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.
HR Centers of Excellence
Menyediakan keahlian, praktik terbaik, alat bantu, data, dan kerangka kerja pada area spesifik HR.
HR Shared Services
Menangani layanan HR yang bersifat administratif dan dapat distandardisasi serta dipusatkan.
Sinergi HRBP dan Centers of Excellence
HRBP dan CoE memiliki tujuan yang sama, yaitu menyelaraskan strategi HR dengan strategi organisasi. Perbedaannya, penerapan HRBP telah semakin matang di banyak organisasi, sedangkan implementasi CoE masih mencari bentuk yang paling tepat dan masih menjadi bahan perdebatan di kalangan praktisi.
Peran CoE pada dasarnya adalah mentransformasikan peran tradisional HR menjadi lebih strategis dan bernilai bagi organisasi. CoE menyediakan alat bantu, data, dan kerangka kerja yang diperlukan untuk memberdayakan HRBP dalam merumuskan strategi manajemen HR yang mendukung pencapaian strategi organisasi.
Sinergi antara HR Centers of Excellence dan HR Business Partner menjadi salah satu kunci penting dalam membangun manajemen HR modern yang lebih strategis dan bernilai bagi organisasi.
HRPA — Implementasi HR sebagai Centers of Excellence, Part 1Apa Itu HR Centers of Excellence?
HR CoE adalah tim spesialis dalam fungsi sumber daya manusia yang fokus pada pengembangan dan implementasi praktik terbaik, strategi, serta alat bantu pada area keahlian tertentu dalam HR. Area tersebut dapat mencakup compensation dan benefit, learning and development, talent management, dan berbagai bidang spesialis lainnya.
Kehadiran CoE bertujuan memastikan aktivitas HR berjalan secara efisien dan efektif serta tetap selaras dengan tujuan dan sasaran strategis organisasi. Dengan kedalaman keahlian pada area tertentu, CoE dapat membantu organisasi menghasilkan solusi yang lebih konsisten dan dapat diterapkan secara lebih luas.
Bagaimana CoE Menciptakan Nilai?
Dalam praktiknya, HR CoE dapat melakukan riset pasar untuk mendesain paket remunerasi, mengembangkan program training, mengimplementasikan sistem penilaian kinerja, membangun sistem coaching, serta mendayagunakan data analytics untuk memonitor KPI atau metrics HR.
CoE juga memiliki karakteristik berupa kedalaman keahlian, inovasi, kolaborasi, solusi yang dapat diterapkan secara luas, serta fokus pada peningkatan secara terus-menerus. Fungsi ini dapat membantu mengoptimalkan proses bisnis HR, meningkatkan keterikatan karyawan, serta mendayagunakan teknologi seperti HRIS dan perangkat lunak manajemen talenta.
Salah satu contoh penerapannya adalah ketika CoE merancang proses manajemen talenta yang terstandar. Proses tersebut dapat mencakup penyempurnaan kriteria talenta dan alat identifikasi talenta, penyusunan strategi akuisisi talenta, standardisasi sistem penilaian kinerja, serta penyediaan panduan praktik terbaik untuk pengembangan dan engagement talenta.
Bagaimana CoE Distrukturkan?
Struktur organisasi CoE dapat disesuaikan dengan ukuran, tingkat kompleksitas, dan sasaran strategis organisasi. Secara umum terdapat dua pilihan struktur yang dapat digunakan.
CoE yang Lebih Lincah dan Terintegrasi
Peran CoE juga berubah sejalan dengan dinamika lingkungan strategis organisasi. Secara tradisional, banyak CoE bekerja relatif terpisah dari operasional organisasi sehari-hari. Saat ini terdapat pergeseran signifikan menuju CoE yang lebih lincah dan terintegrasi dengan unit-unit bisnis.
HR CoE modern cenderung terdiri dari tim ahli yang lebih ringkas dan memberikan dukungan kepada HRBP secara lebih fleksibel. Fokusnya adalah memberikan solusi praktis yang memiliki dampak langsung terhadap kinerja bisnis atau organisasi.
Fokus tersebut mencakup penggunaan data dan analytics, perencanaan kebutuhan SDM yang sesuai dengan strategi organisasi, percepatan transformasi organisasi, serta penyediaan layanan HR yang lebih personal. Pergeseran ini menunjukkan kecenderungan menuju model HR yang lebih lincah, berbasis data, dan berfokus pada karyawan.
Contoh-Contoh HR Centers of Excellence
Employee Experience (EX) CoE
Fokus pada memahami dan meningkatkan perjalanan karier karyawan melalui pengumpulan serta analisis umpan balik karyawan. EX CoE dapat mengembangkan visi dan roadmap employee experience, mengelola program engagement, serta exit interview dengan tujuan meningkatkan kepuasan dan produktivitas karyawan.
Recruiting CoE
Berfokus pada penciptaan dan pemeliharaan proses rekrutmen yang efektif untuk memperoleh talenta terbaik. Termasuk menetapkan tujuan rekrutmen, mengembangkan praktik terbaik, menjamin konsistensi proses seleksi, mengurangi bias, dan mengintegrasikan teknologi rekrutmen.
Learning & Development CoE
Berkonsentrasi pada training dan pengembangan profesional karyawan. Area ini mencakup program pembelajaran, pengembangan kepemimpinan, pengelolaan LMS, evaluasi efektivitas training, serta penyelarasan strategi pembelajaran dengan tujuan organisasi.
Compensation & Benefit CoE
Fokus pada pengembangan dan implementasi program kompensasi dan manfaat. Kegiatannya meliputi riset benchmark gaji, desain insentif, kepatuhan terhadap ketentuan hukum dan standar industri, serta pengembangan benefit untuk meningkatkan motivasi dan kinerja karyawan.
Talent Management CoE
Mengawasi pengembangan dan implementasi strategi untuk mengelola serta mengembangkan talenta organisasi, termasuk succession planning, performance management, dan career development. CoE ini juga membantu mengidentifikasi talenta kunci dan membangun budaya feedback serta continuous improvement.
Penutup
Implementasi HR Centers of Excellence merupakan bagian penting dari transformasi fungsi HR menuju peran yang lebih strategis. CoE tidak hanya berfungsi sebagai pusat keahlian, tetapi juga sebagai sumber praktik terbaik, data, alat bantu, dan solusi yang dapat membantu HRBP mendukung strategi organisasi.
Dengan struktur yang sesuai, keahlian yang mendalam, pemanfaatan teknologi, serta hubungan yang erat dengan HRBP dan unit bisnis, CoE dapat berkembang menjadi fungsi yang memberikan dampak nyata terhadap kinerja organisasi dan pengalaman karyawan.
Co-founder Human Resource Professional Association (HRPA)
www.mkiconsulting.co.id